Higher Traffic With Better SEO Rangking

Permanent Links

Saturday, November 26, 2011

Masa Depan webOS Belum Jelas


HP sempat menghadirkan tablet berbasis webOS yakni HP TouchPad, namun gagal.


Hewlett Packard (HP) dikabarkan tengah dinasehati oleh Bank of America Merrill Lynch terkait apakah perusahaan tersebut akan memutuskan untuk tetap memegang atau menjual platform software webOS mereka.

Keputusan menjual platform tersebut berpotensi akan menghadirkan ratusan juta dolar AS bagi perusahaan. Namun menurut analis, angka ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan US$1,2 miliar atau sekitar Rp10,7 triliun yang telah dikeluarkan HP saat membeli Palm pada tahun 2010 lalu.

Sejumlah perusahaan teknologi tampak telah menunjukkan ketertarikan mereka untuk membeli divisi tersebut dari HP. Kemungkinan besar, mereka meminati sejumlah paten di industri mobile yang dimiliki. Menurut sebuah sumber di industri, salah satu peminat webOS kemungkinan adalah Oracle.

Dikutip dari TG Daily, 14 November 2011, sebelum ini, Samsung dan HTC terindikasi pula ingin menguasai platform tersebut sebagai salah satu cara untuk melakukan diferensiasi terhadap perangkat mobile mereka dibanding kompetitor (Android dan iOS).

Seperti diketahui, HP sendiri sempat menghadirkan perangkat berbasis webOS yakni HP TouchPad. Namun produk ini gagal meraih perhatian pasar dan membuat mereka langsung meninggalkan platform tersebut serta mengobral produk tablet PC yang telah mereka produksi itu seharga US$99 atau sekitar Rp884 ribu saja.

Leo Apotheker, mantan Chief Executive Officer HP yang bertanggungjawab atas pembelian Palm, termasuk webOS telah meninggalkan perusahaan. Belum ada informasi lebih lanjut apakah yang dilakukan oleh Meg Whitman, penerus Apotheker, terhadap platform tersebut. 

Galaxy S II Siap Tampung Ice Cream Sandwich


Samsung belum mengonfirmasi resmi kapan Galaxy S II bisa upgrade Ice Cream Sandwich.


Google telah merilis sistem operasi terbaru Android, Ice Cream Sandwich, saat meluncurkan Galaxy Nexus, yang merupakan perangkat pertama yang menggunakan Ice Cream Sandwich. Tapi, Android terbaru ini kini akan bisa terpasang di sejumlah smartphoneselain Galaxy Nexus.

Setelah HTC mengumumkan akan menggunakan Ice Cream Sandwich di sejumlah produknya, kali ini Samsung mengumumkan hal serupa. Ice Cream Sandwich bisa di-upgrade di Samsung Galaxy S II.

Pengumuman ini terungkap dari salah satu tweetyang ditulis dari akun resmi Samsung Inggris."But there are no dates confirmed as yet. We will keep you posted," tulis akun @samsunguk.

Ice Cream Sandwich memiliki sejumlah perubahan signifikan. Perubahan paling mudah dilihat adalah pada launcher, app drawer, notifikasi, widgets, serta sistem integrasi suara. (Baca juga mengenai Ice Cream Sandwich ditautan ini.)

Sebelumnya, produsen ponsel asal Taiwan, HTC, mengumumkan sistem operasi terbaru siap digunakan di beberapa perangkat HTC, pada awal tahun depan. Motorola juga menyatakan, Droid Razr akan menjadi smartphone yang bisa upgrade ke Ice Cream Sandwich di awal 2012. | Mashable | Engadget, art

Popularitas Ubuntu Linux Terus Merosot


Slama bertahun-tahun, Ubuntu selalu berada di puncak daftar distro Linux terpopuler.


Ubuntu, salah satu distribusi Linux terbesar terus kehilangan popularitasnya. Dari data terbaru DistroWatch, distribusi Linux keluaran Canonical itu kini ada di posisi keempat sebagai distribusi Linux terpopuler. Adapun di peringkat pertama adalah Mint.

Padahal, selama bertahun-tahun, Ubuntu selalu berada di puncak daftar DistroWatch sebagai distro Linux terpopuler. Namun sejak tahun lalu, Ubuntu turun ke posisi kedua sebelum kembali turun ke posisinya saat ini.

Dikutip dari The Inquirer, 25 November 2011, penurunan Ubuntu ke posisi keempat tersebut membuat Fedora milik Red Hat mampu naik ke posisi kedua dan OpenSUSE di posisi ketiga. Linux Mint sendiri, tak hanya mampu mempertahankan posisinya di puncak, menurut catatan, di bulan lalu popularitasnya meningkat 66 persen lebih. 

Diperkirakan, Canonical menghadapi kenyataan buruk ini karena keputusannya mendistribusikan Ubuntu dengan Unity desktop sebagai antar muka default-nya. Angka-angka statistik DistroWatch bisa digunakan sebagai bukti yang menyatakan bahwa keputusan perusahaan itu mempertahankan Unity, bukannya Gnome, merupakan langkah yang salah.

Sama seperti Ubuntu, Linux Mint yang berbasis pada Debian juga ditujukan pada pengguna Linux awam. Linux Mint juga mengoptimalkan antarmuka penggunanya lewat Mint Gnome Shell Extensions. Namun tidak seperti Canonical, perubahan yang dilakukan bertujuan untuk membuat antarmuka Linux itu menjadi lebih seperti Gnome 2.

Meski Unity mungkin lebih cocok bagi perangkat yang memiliki layar sentuh, namun mereka yang menggunakan hardware tradisional tampaknya lebih memilih untuk menggunakan desktop manager yang lebih umum seperti Gnome dan KDE.

Jaringan Telekomunikasi Indonesia Siap 4G/LTE


Kendala yang masih menghadang adalah regulasi yang masih digodok oleh pemerintah.


 Dalam berbagai survei, kategori mobile gaming dan streaming video serta TV menampati urutan teratas dalam penggunaan internet. Sayangnya, dukungan untuk mengakses kedua konten tersebut masih sangat kurang. 

Selain karena untuk mengakses konten ini dibutuhkan kapasitas jaringan yang besar, problem kecepatan juga menjadi halangan bagi pengguna yang ingin menikmati konten tersebut. Namun, dengan teknologi LTE, problem tersebut bisa diminimalkan. 

LTE yang merupakan generasi keempat dari teknologi mobile broadband memungkinkan pengguna meraih aplikasi layanan multimedia yang inovatif. Untuk itu, Nokia Siemens Networks (NSN) telah siap untuk menyediakan teknologi LTE tersebut pada konsumen.

“Kami siap membantu operator telekomunikasi untuk mengonversikan jaringan mereka ke LTE,” kata Dharma Simorangkir, Strategic Marketing Middle East Asia Nokia Siemens Networks di Jakarta, 21 September 2011 di Jakarta.

Menurut Dharma, teknologi LTE memiliki dua keunggulan. Yang pertama, keunggulan kecepatan yang memberikan kenyamanan dalam mengakses konten tertentu. Kedua, adalah latensi responsnya yang lebih baik.

“LTE jauh lebih cepat dibanding 3G. Kecepatannya bisa mencapai 102Mbps untuk downlink dan 48Mbps untuk uplink,” kata Dharma. “Dari tes yang dilakukan, respons latensinya juga rendah,” ucapnya.

Dengan keunggulan tersebut, Dharma menyebutkan, LTE bisa memberikan peluang besar bagi penyedia konten dan pasar pengguna internet di Indonesia. Pasalnya, dari data yang dikumpulkan, perilaku berinternet di Indonesia tidak jauh dari mobile game dan video streaming. 

Lantas, bagaimana kesiapan jaringan di Indonesai untuk LTE ini? 

Menurut Dharma, base station NSN yang digunakan saat ini sebenarnya sudah siap untuk dikonversi ke LTE. “Sudah siap, base stasion kita hanya perlu diganti softwarenya saja,” kata Dharma.

Namun demikian, Dharma menyebutkan, ada kendala yang masih menghalang, yakni soal regulasi yang masih digodok oleh pemerintah. Untuk itu, pihaknya juga mengaku siap membantu pemerintah demi keberlangsungan broadband yang lebih baik. 

“Jika LTE ini dioptimalkan, ia akan memberikan manfaat buat Indonesia,” sebut Dharma. “Dengan LTE, potensi Indonesia bisa diperkenalkan ke dunia,” ucapnya. 

Dharma juga menekankan bahwa seiring dengan tumbuhnya konektivitas suatu negara, makanya ia akan mampu meningkatkan GDP negara tersebut. Sebagai informasi, saat ini di negara-negara Asia, baru dari kawasan Timur Tengah, Jepang dan Korea saja yang sudah mengimplementasikan teknologi LTE.

10 Ponsel Terlaris Juni 2011


Apple iPhone 4 merupakan ponsel terlaris di dunia versi Krusell.


 Krusell, perusahaan produsen aksesoris untuk berbagai merek dan tipe ponsel di seluruh dunia kembali menghadirkan daftar bulanan terbaru ponsel paling laris di dunia, berdasarkan penjualan aksesoris pendukungnya.

Pada Juni laly, peringkat pertama ponsel terlaris masih ditempati oleh iPhone 4 besutan Apple dan diikuti oleh Galaxy S II milik Samsung dan Sensation, smartphone Android terbaru HTC yang baru saja hadir di pasaran Indonesia.

Secara total, Nokia dan HTC masing-masing memasok 3 model dalam daftar ponsel terlaris di seluruh dunia. Samsung setor 2 model, sementara Apple dan Sony Ericsson hanya menyetorkan satu model saja. Berikut ini daftar lengkap 10 ponsel terlaris sepanjang bulan Juni 2011 versi Krusell:

1.    Apple iPhone 4
2.    Samsung Galaxy S II
3.    HTC Sensation
4.    Nokia 3720 Classic
5.    Samsung Xcover 271
6.    Nokia E52
7.    Sony Ericsson Xperia Arc
8.    HTC Desire HD
9.    Nokia C5
10.     HTC Desire S

Lalu, bagaimana dengan daftar ponsel terlaris di Indonesia untuk periode yang sama?

Meski Krussel tidak memiliki data penjualan aksesoris ponsel khusus untuk pasar Indonesia, Yahoo mencatatkan tren pencarian di Yahoo Search selama bulan tersebut. Berikut daftar ponsel yang paling banyak dicari lewat Yahoo di Indonesia selama Juni 2011.

1.    Apple iPhone 5
2.    Samsung Galaxy S II
3.    Nexian Champion
4.    Nexian Tap
5.    Nokia 6600
6.    Nexian Cappuccino
7.    Hape Esia Connect
8.    Nokia C5
9.    Nokia C3
10.     BlackBerry Onyx

Loyalitas Pemakai Android Jauh di Bawah Apple


Pengguna BlackBerry yang akan tetap bertahan dengan BlackBerry juga lebih rendah.


Apple ternyata masih jauh dibandingkan dengan kompetitornya dalam urusan membangun loyalitas terhadap merek di kalangan pengguna mereka di pasar mobile. Padahal, di pasar ini, sejumlah produsen terus berupaya memperkuat pengaruh mereka seluas mungkin.

Menurut studi yang dilakukan oleh lembaga riset GfK, sekitar 84 persen pengguna iPhone menyebutkan bahwa mereka akan memilih iPhone saat mereka akan menukar telepon cap buah Apel yang mereka punya. Sementara pengguna Android yang tetap bertahan dengan Android Cuma 60 persen.

Di sisi lain, pengguna BlackBerry yang akan tetap bertahan dengan BlackBerry jika akan membeli produk terbaru hanya 48 persen.

Seperti diketahui, penjualan smartphone sendiri telah melonjak sejak Apple memperkenalkan iPhone pertama mereka di 2007. Dan meski pertumbuhan telah melambat, tetapi menurut data lembaga riset IDC, penjualan mereka masih tetap naik 49 persen pada kuartal lalu dibandingkan dengan kuartal yang sama, tahun sebelumnya.

Ryan Garner, analis dari GfK menyebutkan, upaya membangun brand di pasar sangat penting bagi keberhasilan brand tersebut di masa depan karena secara rata-rata, 63 persen pengguna akan tetap setia terhadap merek telepon yang mereka punya. Ini menurunkan potensi pengguna beralih ke lain hati.

Namun demikian, menurut Garner, tingginya pertumbuhan Android dan peluncuran sistem operasi terbaru Microsoft yang akan membuat smartphone, tablet dan PC akan tampak serupa menunjukkan bahwa masih ada peluang bagi produsen lain.

“Apple jelas masih ada di depan. Namun perkembangan yang akan terjadi di tahun depan akan menantang mereka,” ucap Garner, seperti dikutip dari Reuters, 25 November 2011.

Dari survei, diketahui pula bahwa lebih dari 70 persen pengguna menyatakan bahwa mereka akan tetap memilih merek ponsel yang mereka pakai saat ini karena integrasi fitur dan akses ke konten yang mereka biasa gunakan.

Sebagai gambaran, riset yang dilakukan GfK melibatkan 4.500 responden yang tinggal di Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Brazil, China, Jepang, dan Amerika Serikat.

Thursday, November 24, 2011

Algoritma RC4 dengan menggunkan JAVA

Tampilan Program


Dalam membuat program ENKRIPSI dengan metode Algoritma RC4, ada beberapa method yang di perlukan, antara lain :

  • Method inisialisasi larik
  • Method Padding
  • Method Permutasi
  • Method Enkripsi
  • Method XOR (Untuk melakukan XOR bilangan Biner)
  • Method Dalambit (Yang akan mengubah bilangan Desimal ke Biner)
  • Method ToDesimal (Mengubah Bilangan Biner ke Desimal)


Ada pun Potongan Tiap-tiap method ada di bawah ini :

Construktor


public AlgoritmaRC4() {
        initComponents();
        TaCipherteks.setEditable(false);
        TaPlanteks.setEditable(false);
        Bgenerate.setEnabled(false);
        Tastatus.setEditable(false);
        Tastatus.setText("Generate Belum Ready....!!!\n ISIKAN KATA KUNCI terlebih dahulu");
       
    }


Button Generate



    private void BgenerateActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
        if (TaKunci.getText().equalsIgnoreCase("")) {
            JOptionPane.showMessageDialog(null, null, "Isikan kata kunci...!!!" JOptionPane.ERROR_MESSAGE);
        }else{
            inisialisasiLarik();
            padding();
            permutasi();
            enkripsi();
            TaCipherteks.setText(cipherTeks);
        }
    }


Method inisialisasi larik



public void inisialisasiLarik(){
        int i;
        S = new int[256];
       
        for (i=0;i<256;i++) {
            S[i] = i;
        }
    }


Method Padding (mengacak nilai nilai yg telah di inisialisasi



public void padding(){
        int i=0;
        char[] karakter;
               
        U = new char[256];
        int j=TaKunci.getText().length();
       
        karakter = new char[j];
        karakter = TaKunci.getText().toCharArray();
       
        if (j <256) {
            while (i<256) {               
                U[i] = karakter[i%j];
                i++;
               
            }
        }
    }


Method Permutasi



public void permutasi(){
        int j=0, i=0;
        int ascii, bantu;
       
        for(i=0;i<256;i++){
            ascii = U[i];
            j = (j + S[i] + ascii)%256;
           
            bantu = S[i];
            S[i] = S[j];
            S[j] = bantu;
        }
    }


Method Enkripsi



public void enkripsi(){
       
        int i = 0, j = 0;
        int index,bantu,t,k,c;
        P = TaPlanteks.getText().toCharArray();
      
        for(index = 0;index <TaPlanteks.getText().length();index++){
           
            i = (i + 1)%256;
            j = (j + S[i])%256;
           
            bantu = S[i];
            S[i] = S[j];
            S[j] = bantu;
           
            t = (S[i] + S[j]) % 256;
            k = S[t];
           
            System.out.println("test");
            try {
                exor(k,P[index]); //memanggil method exor dengan membawa nilai k, dan P dengan index sekian
    
            } catch (Exception e) {
                System.out.println("pesan eror exor : "+e);
            }
           
        }
    }


Method EXOR (Untuk melakukan XOR bilangan biner)



private void exor(int k, char c) {
        int i = 0;
        int tampung;
        char x = (char) k;
        char[] kun;
        char binerdesimal;
       
        kun = new char[8];
       
        char[] pla;
        pla = new char[8];
       
        String biner = "";
        String kunci = dalambit(Integer.toBinaryString(x));
        String plain = dalambit(Integer.toBinaryString(c));
       
       
        kun = kunci.toCharArray();
       
       
        pla = plain.toCharArray();
       
        while(i < 8){
           
            if (kun[i] == pla[i]) {
                biner = biner+"0";
            }
            else
                biner = biner+"1";
           
            i++;
        }
       
        tampung = todesimal(biner,biner.length());
        binerdesimal = (char) tampung;
        cipherTeks = cipherTeks + String.valueOf(binerdesimal);
    }


Method dalamBit (Mengubah bilangan desimal ke dalam biner)



private String dalambit(String toBinaryString) {
        String hasil = "";
        String tampung = toBinaryString;
       
        if(tampung.length()<4){
            hasil = "00000"+tampung;
        }
        else if(tampung.length()<5){
            hasil = "0000"+tampung;
        }
        else if(tampung.length()<6){
            hasil = "000"+tampung;
        }
        else if(tampung.length()<7){
            hasil = "00"+tampung;
        }
        else if(tampung.length()<8){
            hasil = "0"+tampung;
        }
        else if(tampung.length()<9){
            hasil = tampung;
        }
       
        return hasil;
    }


Method toDesimal (Mengubah bilangan biner ke desimal)



private int todesimal(String biner, int length) {
        int hasil=0;
        int pangkat;
       
        char[] tampung;
        int tampungstring;
        String tampungchar;
        tampung = new char[length];
        tampung = biner.toCharArray();
       
        for(int i=0;i<length;i++){
            pangkat = 1;
            tampungchar = Character.toString(tampung[i]);
            tampungstring = Integer.parseInt(tampungchar);
           
            for(int j=length-1;j>i;j--){
                pangkat = pangkat * 2;
            }
            if (tampung[i]=='1') {
               
                hasil = hasil+1*pangkat;
            }
        }
        return hasil;
    }